Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan jiwa serta memperkuat keselamatan pasien, RSUD Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan In House Training Skrining Gangguan Jiwa dan Skrining, Kajian serta Tatalaksana Pasien Berisiko Bunuh Diri yang diikuti oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan di lingkungan RSUD Sumberrejo secara luring dan daring.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Utami Sanjaya, Sp.KJ, yang memberikan materi mengenai pentingnya deteksi dini gangguan jiwa, teknik skrining yang tepat, asesmen risiko bunuh diri, hingga tata laksana pasien secara komprehensif sesuai dengan standar pelayanan dan keselamatan pasien.
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pengenalan tanda dan gejala gangguan jiwa, faktor risiko bunuh diri, komunikasi terapeutik, mekanisme rujukan, serta kolaborasi multidisiplin dalam penanganan pasien dengan gangguan kesehatan mental. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti diskusi kasus untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi situasi yang sering dijumpai di pelayanan.
Direktur RSUD Sumberrejo menyampaikan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu, seluruh tenaga kesehatan perlu memiliki kemampuan dalam mengenali kondisi pasien yang berisiko agar dapat memberikan intervensi secara cepat, tepat, dan aman.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh tenaga kesehatan semakin kompeten dalam melakukan skrining gangguan jiwa dan mengidentifikasi pasien yang berisiko bunuh diri sejak dini. Deteksi dini dan penanganan yang tepat merupakan langkah penting dalam meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit," ujarnya.
Kegiatan ini juga mendukung implementasi standar Akreditasi Rumah Sakit, khususnya dalam aspek keselamatan pasien, pelayanan yang berpusat pada pasien (patient centered care), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
RSUD Sumberrejo terus berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
70 % |
Puas
8 % |
Cukup Puas
6 % |
Tidak Puas
16 % |